STUDI KASUS

STUDI KASUS


1.      Traceroute
Traceroute/tracert (pada windows)  berguna untuk  menganalisa jaringan internet  yang digunakan, dengan mengetahui rute perjalanan data melalui paket-paket data yang dikirim ke host (server) melalui media di internet atau jaringan komputer.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLYGSjXKHYFuJGX_jXJVYa8SkKCi0hMqr3_kwiPm-x7ZKbjJ-6ebtvJ8iuwzGtsVbOaRBDGiZ1Sv9UkIDqegWbbPM_N2GZHdMtkh18epEeQfAtIv6nZyYuFR0h8-N9Bzo5NmWJ02sL8I2l/s400/proses-traceroute.png
Untuk mengetahui jalur yang ditempuh untuk mencapai suatu node, traceroute mengirimkan 3 buah paket probe tipe UDP dari port sumber berbeda, dengan TTL bernilai 1. Saat paket tersebut mencapai router next-hop, TTL paket akan dikurangi satu sehingga menjadi 0, dan router next-hop akan menolak paket UDP tersebut sembari mengirimkan paket ICMP Time-to-Live Exceeded ke node asal traceroute tersebut. 
Dengan cara ini, pengirim traceroute tahu alamat IP pertama dari jalur yang ditempuh.
Kemudian, sumber traceroute mengirimkan 3 buah paket UDP lagi dengan nilai TTL yang dinaikkan 1 (TTL = 2), sehingga router pertama di jalur menuju tujuan traceroute akan melewatkan paket UDP tersebut ke router selanjutnya. Router hop kedua akan melihat bahwa paket tersebut sudah expired (TTLnya jadi 1, setelah dikurangi oleh router pertama). Maka, seperti halnya router pertama, router tersebut akan mengirimkan paket ICMP Time-to-Live Exceeded ke sumber traceroute. Sekarang, sumber traceroute telah mengetahui hop kedua dari jalur menuju tujuan traceroute.
Sumber traceroute akan mengirimkan lagi paket UDP dengan TTL ditambah 1 (TTL = 3). Router hop ketiga akan membalas dengan paket ICMP Time-to-Live Exceeded ke sumber traceroute, sehingga sumber traceroute mengetahui alamat IP router hop ketiga. Proses ini akan diulang terus paket UDP yang dikirimkan mencapai alamat IP tujuan traceroute. Tiga buah paket UDP traceroute adalah jumlah paket default dari aplikasi traceroute. Inilah mengapa kita melihat tiga buah tampilan latensi saat melihat hasil traceroute yang dijalankan.
Tidak semua aplikasi traceroute menggunakan UDP. Windows menggunakan paket ICMP, sedangkan sejumlah aplikasi tertentu menggunakan paket TCP.
Cara menghitung latensi tiap hop adalah dengan mengukur selisih antara timestamp paket probe yang dikirimkan dengan timestamp dari paket ICMP TTL exceeded yang diterima. Router yang berada sepanjang jalur pengiriman tidak akan melakukan pemrosesan data timestamp. Dari cara ini, yang kita ketahui hanyalah waktu total pulang-pergi dari sumber ke router hop tertentu. Delay yang terjadi sepanjang perjalanan kembali ke sumber juga akan berpengaruh.
Kemudian, alamat IP dari interface manakah yang kita lihat dari hasil traceroute?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_kc5hxTVqavw0KRolpZ_DZvuUghHAmQl3I_-Yq437TvJY_801bdn-EY0SyKqtCIhwAmQDe6muCktPoyjRhgnjp0O9Mqyxq3QydDeOf8ggS7HDHHWKHnmXN2Vg6UEO-qdsx57V9iAkxOvc/s400/traceroute_ingress.png
Alamat IP yang kita lihat dari hasil traceroute adalah IP dari interface ingress router. Sebenarnya, RFC 1812 menyebutkan bahwa sumber ICMP haruslah dari interface egress. Namun, hal ini akan menyebabkan hasil traceroute menjadi kacau.
Cara melakukan Traceroute pada Windows
  1. Masuk Ke Command Prompt (CMD) dengan cara ketik Windows + R
  2. kemudian ketikkan >> tracert nama domain
    contoh : tracert 
    www.teknokrat.ac.id
  3. hasilnya seperti gambar berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_VnOm1W9p6y0oN-gkmENXLMJqcPm4d9MvcoQfB9HD3Z_0t3OxqqeUyQyFhtpIR8Y7Nu4v1Liqy5RAfY-T_fPmyv2A9mR1xaYcQk1nkqBMF2gPv_08GMmyMIqxB4PWWhpgriw6nJ3SnlN_/s400/tekno+JK.png
(Kurniawan, 2013)








2.      PING DAN ICMP
Kegunaan PING antara lain adalah sbb:
Mengetahui status up/down komputer dalam jaringan.Kita dapat mengecek apakah sebuah komputer up/down menggunakan perintah PING, jika komputer tersebut memberikan response terhadap perintah PING yang kita berikan maka dikatakan bahwa komputer tersebut up atau hidup.Memonitor availability status komputer dalam jaringan.PING dapat digunakan sebagai tool monitoring availibilitas komputer dalam jaringan yang merupakan salah satu indikator kualitas jaringan yaitu dengan melakukan PING secara periodik pada komputer yang dituju. Semakin kecil downtime, semakin bagus kualitas jaringan tersebut.Mengetahui responsifitas komunikasi sebuah jaringan.Besarnya nilai delay atau latency yang dilaporkan oleh PING menjadi indikasi seberapa responsif komunikasi terjadi dengan komputer yang dituju. Semakin besar nilai delay menunjukkan semakin lamban respons yang diberikan. Sehingga nilai delay ini juga bisa digunakan sebagai indikator kualitas jaringan.
Banyak aplikasi hanya bisa dijalankan dengan maksimal delay tertentu, sehingga sangat penting untuk mengukur delay pada jaringan untuk memastikan aplikasi tersebut dapat dijalankan. Aplikasi yang memerlukan delay kecil dikatakan sebagai delay-sensitive application dan memerlukan jaminan agar maksimal delay selalu terjaga dalam komunikasi data yang dilakukan, contohnya adalah network game, voice dan video conference application.
Anda dapat menggunakan aplikasi sniffer untuk melihat penggunaan resource jaringan berdasarkan kriteria tertentu termasuk ip address dan user. Contoh aplikasinya adalah WinDump (http://www.tcpdump.org/wpcap.html) pada Windows platform, TCP Dump (http://www.tcpdump.org) dan Ethereal (http://www.ethereal.com) pada Unix/Linux platform serta Network Stumbler (http://www.stumbler.net) dan Air Snort (http://airsnort.shmoo.com) untuk melakukan sniffing pada wireless network.
PENGGUNAAN PING
Contoh penggunaan ping :
ping 192.168.1.2 –t
Paket akan dikirimkan terus menerus sampai ada penekanan tombol Ctrl + C.
ping 192.168.1.2 -n 32
Jumlah permintaan echo yang dikirimkan berjumlah 32 byte
ping 192.168.1.2 -l 32
Jumlah buffer yang dikirimkan sebanyak 32 byte
ping 192.168.1.2 -n 32
Jumlah waktu (timeout) untuk menunggu respon dalam satuan milidetik. Pada contoh diatas waktu yang dibutuhkan adalah 1 milidetik.
Opsi yang lain dapat Anda lihat dengan mengetikkan : ping /? pada prompt DOS Anda..
TEST PING
Apa itu test Ping? Bagaimana melakukan Test Ping dari PC saya?

Test Ping adalah metode untuk melakukan tes koneksi dengan Command Prompt (Windows) untuk mengetahui kualitas koneksi jaringan dari PC anda ke jaringan ditempat lain yang telah terhubung ke PC anda baik itu melalui jaringan lokal (intranet) ataupun jaringan luas (internet).
Cara melakukan test ping dari PC anda:
Buka Command Prompt, Start -> Program -> Accessories -> Command Prompt atau dengan mengetik cmd dari RUN.
Pada Command Prompt ketik perintah ping ip address parameter (parameter diberikan sesuai keperluan). Misalnya perintah ping 203.84.136.33 -n 100
Tambahan parameter -n 100 yang akan menghasilkan reply sebanyak 100 kali.
Sebagai tambahan, parameter adalah aksesori kelengkapan perintah dari suatu perintah utama. Dalam pembahasan ini, ping mempunyai banyak parameter, diantaranya adalah -t (terus menerus), -n angka (ditentukan berdasarkan angka) dll.
Jika koneksi lancar dan tidak ada gangguan maka akan muncul pesan reply
Jika koneksi terputus atau ada masalah maka akan muncul pesan “Request Timed Out”.
Anda juga bisa melakukan test ping langsung ke domain name (tanpa perlu mengetikkan ip addressnya) , contoh “ping yahoo.com”.
PERJALANAN PING
Pada contoh ini, seorang user di Host A melakukan ping ke alamat IP Host B. Mari kita cermati langkah demi langkah perjalanan datanya :
Internet Control Message Protocol (ICMP) menciptakan sebuah payload (data) pemintaan echo (di mana isinya hanya abjad di field data).
ICMP menyerahkan payload tersebut ke Internet Protocol (IP), yang lalu menciptakan sebuah paket. Paling sedikit, paket ini berisi : sebuah alamat asal IP, sebuah alamat tujuan IP, dan sebuah field protocol dengan nilai 01h (ingat bahwa Cisco suka menggunakan 0x di depan karakter heksadesimal , jadi di router mungkin terlihat seperti 0×01). Semua itu memberitahukan kepada host penerima tentang kepada siapa host penerima harus menyerahkan payload ketika network tujuan telah dicapai – pada contoh ini host menyerahkan payload kepada protocol ICMP.
Setelah paket dibuat, IP akan menentukan apakah alamat IP tujuan ada di network local atau network remote.
Karena IP menentukan bahwa ini adalah permintaan untuk network remote, maka paket perlu dikirimkan ke default gateway agar paket dapat di route ke network remote. Registry di Windows dibaca untuk mencari default gateway yang telah dikonfigurasi.
Default gateway dari host 192.168.0.7 (Host A) dikonfigurasi ke 192.168.0.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 192.168.0.1 tersebut) Mengapa demikian? Agar paket dapat diserahkan ke layer data link, lalu di-enkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke network 192.168.0.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada LAN local. Penting untuk memahami bahwa Host A, agar dapat berkomunikasi dengan Host B, harus mengirimkan paket ke alamat MAC (alamat hardware Network adapter (LAN Card) dari default gateway di network local.
Setelah itu, cache ARP dicek untuk melihat apakah alamat IP dari default gateway sudah pernah di resolved (diterjemahkan) ke sebuah alamat hardware:
Jika sudah, paket akan diserahkan ke layer data link untuk dijadikan frame (alamat hardaware dari host tujuan diserahkan bersama tersebut).
Jika alamat hardware tidak tersedia di cache ARP dari host, sebuah broadcast ARP akan dikirimkan ke network local untuk mencari alamat hardware dari 192.168.0.1. Router melakukan respon pada permintaan tersebut dan menyerahkan alamat hardware dari Ethernet 0, dan host akan menyimpan (cache) alamat ini. Router juga akan melakukan cache alamat hardware dari host A di cache ARP nya.
Ping (sering disebut sebagai singkatan dari Packet Internet Gopher) adalah sebuah program utilitas yang dapat digunakan untuk memeriksa Induktivitas jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Dengan menggunakan utilitas ini, dapat diuji apakah sebuah komputer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan mengirim sebuah paket kepada alamat IP yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respon darinya.Jika alamat hardware tidak pernah diterjemahkan atau di resolved oleh ARP (sehingga tidak dicatat di cache ARP), router akan mengirimkan sebuah permintaan ARP keluar dari interface E1 untuk alamat hardware 192.168.10.3 (KOTARO, 2013). (Wikipedia, 2015)
3.      IPX 161 IPX disebarkan broadcast paket
Pengertian IPX (Internetwork Packet Exchange)
IPX (Internetwork Packet Exchange) adalah protokol jaringan komputer yang digunakan oleh Sistem Operasi Novell Network (1980 sampai dengan 1990).
IPX (Internetwork Packet Exchange) adalah protokol komunikasi tanpa koneksi, seperti halnya Internet Protocol dan User Datagram Protocol pada kumpulan TCP/IP.
IPX (Internetwork Packet Exchange) digunakan untuk melakukan pemetaan paket-paket data dari suatu titik didalam jaringan ketitik yang lainnya melalui sebuah inter network. IPX (Internetwork Packet Exchange) beroperasi dilapisan jaringan (lapisan ketiga OSI layer), dan dapat digunakan didalam teknologi Ethernet, Token Ring, dan Protokol Data Link lainnya.
Pengalamatan IPX
Jaringan-jaringan logis diberi alamat 32-bit bilangan hexadecimal dengan jangkauan 0x00000001 hingga 0xFFFFFFFE. Alamat ini dinamakan juga dengan alamat jaringan (Network Address).
Setiap host memiliki alamat node-nya masing-masing yang secara defaultnya diatur ke alamat MAC yang digunakan oleh kartu jaringan node tersebut. Alamat node pun ditambahkan ke alamat jaringan untuk membuat tanda pengenal unik untuk host-host didalam jaringan. (Sweetpink, 2014)

4.      IPX MTU Mismatch 172
IPX digunakan untuk melakukan pemetaan paket-paket data dari satu titik di dalam jaringan ke titik lainnya melalui sebuah internetwork. IPX beroperasi di lapisan jaringan (lapisan ketiga pada model OSI), dan dapat digunakan di dalam teknologi Ethernet, Token Ring, dan protokol lapisan data-link lainnya. IPX memang dahulu pernah digunakan pada Local Area Network (LAN) berbasis Novell NetWare sebelum akhirnya Novell menggantinya dengan TCP/IP saat merilis NetWare 5.x. Sebelum diganti dengan TCP/IP, protokol ini merupakan protokol yang sangat populer.
Pada awalnya, penggunaan IPX sangatlah banyak, sebelum munculnya Internet booming pertengahan dekade 1990an. Pada saat itu, komputer dan jaringan komputer dapat menjalankan beberapa protokol jaringan, sehingga hampir semua jaringan berbasis IPX juga menjalankan TCP/IP untuk mengizinkan konektivitas Internet. Sebelum versi NetWare 5.x IPX merupakan protokol yang wajib, akan tetapi, pada versi 5.x atau yang lebih baru, Novell mengizinkan penggunanya untuk menjalankan NetWare tanpa IPX. (Wikipedia bahasa Indonesia, 2013)


Bibliography

KOTARO, R. (2013, juni 25). Pengertian Ping Dan Cara Membacanya Pada Command Prompt ( CMD ). Retrieved november 09, 2016, from PERPUS MINI: http://miniperpuskit.blogspot.co.id/2013/06/ping-adalah-software-yang-berjalan-di.html
Kurniawan, J. (2013, November 08). Cara Melakukan Traceroute/Tracert Pada Windows. Retrieved November 09, 2016, from Joko Kurniawan Blog: http://blogjokokblog.blogspot.co.id/2013/11/cara-melakukan-traceroutetracert-pada.html
Sweetpink, M. (2014, mei 11). IPX (Internetwork Packet Exchange). Retrieved november 09, 2016, from Marga Sweetpink: http://ozzysweetpink.blogspot.co.id/2014/05/ipx-internetwork-packet-exchange.html
Wikipedia bahasa Indonesia, e. b. (2013, april 06). IPX. Retrieved november 09, 2016, from wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/IPX
Wikipedia. (2015, september 23). Ping. Retrieved november 09, 2016, from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Ping






Nama                          :           INDRA KURNIAWAN
Asal                             :           SMK ISLAM 1 BLITAR

Motto                          :           KEEP CALM ENJOY IT
Previous
Next Post »